Menu Halaman Statis

Tampilkan postingan dengan label Banyuwangi Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyuwangi Utara. Tampilkan semua postingan
SELAMAT Hotel Dialoog Banyuwangi menjadi akomodasi yang sangat direkomendasikan





Hotel Dialoog Banyuwangi memiliki view langsung ke pantai, dengan panorama selat Bali.

 

Pembangunan Hotel Dialoog Banyuwangi.

Perusahaan properti PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA Group) melalui PT Mitra Banyuwangi Selaras (MBS) mulai membangun (groundbreaking) Hotel Dialoog Banyuwangi, pada awal April 2015. Pemancangan itu juga sekaligus menandai dimulainya peluncuran Dialoog, merek terbaru dari BUVA.

Direktur PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, Hendrik Utomo pernah mengatakan, kehadiran Dialoog dapat mengikuti kisah sukses merek terdahulunya, yaitu Alila. "Produk ini dimaksudkan untuk menjaring pangsa pasar yang menyukai desain Alila namun pada harga yang lebih terjangkau, yang saat ini berkembang dengan sangat pesat di Indonesia," ujar dia, di Jakarta akhir pekan lalu.

Sedangkan Direktur Utama MBS, Winarti Indrajaya mengatakan, Dialoog merupakan konsep hotel yang diciptakan untuk mengakomodasi pertumbuhan yang sangat pesat di segmen kelas menengah Indonesia.

"Menggunakan DNA desain dari Hotel Alila, Dialoog menyajikan suatu konsep inovasi desain yang fokus pada kenyamanan tamu serta kecepatan dan kemudahan layanan melalui teknologi yang mutakhir untuk menghasilkan harga yang terjangkau," ujar Winarti.

Menyoal pemilihan lokasi Dialoog di Kabupaten Banyuwangi, dia menyatakan, hal itu berdasarkan potensi alam yang beragam, dari dataran rendah hingga pegunungan, pantai, dan taman nasional. Banyuwangi yang berjuluk The Sunrise of Java, memiliki berbagai tempat wisata alam yang bagus seperti Kawah ijen, G-Land, Pantai Plengkung, Pantai Sukamade dengan konservasi penyunya, Taman Nasional Meru Betiri dan AlasPurwo, serta Pulau Merah.

"Selain itu, Banyuwangi juga menyajikan berbagai acara dan seni budaya sepanjang tahun, antara lain Banyuwangi Ethno Carnival, festival batik, tari Gandrung. Kombinasi ini menjadikan Banyuwangi tujuan pilihan para wisatawan," tambah dia.

Pada 2014, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Banyuwangi mencapai 30.000 orang, dengan rata-rata tinggal selama 2,5 hari, serta pengeluaran sebesar US$ 240 per orang.

"Dengan banyaknya tujuan wisata, tentunya Banyuwangi memerlukan fasilitas pendukung wisata seperti akomodasi yang memadai," jelasnya.

Winarti mengatakan, kehadiran Dialoog dipastikan bakal menyemarakkan pasar branded hotel di Indonesia. Langkah itu diawali dengan pembangunan hotel Dialoog di Banyuwangi dan Cirebon, dimana keduanya dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2017.

"Setelah itu, Dialoog akan membangun sebanyak 15-25 hotel dalam 5 tahun mendatang, di kota-kota di seluruh Indonesia," tambah Winarti.

Beritasatu.com

HOTEL DIALOOG BANYUWANGI

Hotel Dialoog Banyuwangi menjadi akomodasi yang sangat direkomendasikan






Hotel Dialoog Banyuwangi memiliki view langsung ke pantai, dengan panorama selat Bali.

 

Pembangunan Hotel Dialoog Banyuwangi.

Perusahaan properti PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA Group) melalui PT Mitra Banyuwangi Selaras (MBS) mulai membangun (groundbreaking) Hotel Dialoog Banyuwangi, pada awal April 2015. Pemancangan itu juga sekaligus menandai dimulainya peluncuran Dialoog, merek terbaru dari BUVA.

Direktur PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, Hendrik Utomo pernah mengatakan, kehadiran Dialoog dapat mengikuti kisah sukses merek terdahulunya, yaitu Alila. "Produk ini dimaksudkan untuk menjaring pangsa pasar yang menyukai desain Alila namun pada harga yang lebih terjangkau, yang saat ini berkembang dengan sangat pesat di Indonesia," ujar dia, di Jakarta akhir pekan lalu.

Sedangkan Direktur Utama MBS, Winarti Indrajaya mengatakan, Dialoog merupakan konsep hotel yang diciptakan untuk mengakomodasi pertumbuhan yang sangat pesat di segmen kelas menengah Indonesia.

"Menggunakan DNA desain dari Hotel Alila, Dialoog menyajikan suatu konsep inovasi desain yang fokus pada kenyamanan tamu serta kecepatan dan kemudahan layanan melalui teknologi yang mutakhir untuk menghasilkan harga yang terjangkau," ujar Winarti.

Menyoal pemilihan lokasi Dialoog di Kabupaten Banyuwangi, dia menyatakan, hal itu berdasarkan potensi alam yang beragam, dari dataran rendah hingga pegunungan, pantai, dan taman nasional. Banyuwangi yang berjuluk The Sunrise of Java, memiliki berbagai tempat wisata alam yang bagus seperti Kawah ijen, G-Land, Pantai Plengkung, Pantai Sukamade dengan konservasi penyunya, Taman Nasional Meru Betiri dan AlasPurwo, serta Pulau Merah.

"Selain itu, Banyuwangi juga menyajikan berbagai acara dan seni budaya sepanjang tahun, antara lain Banyuwangi Ethno Carnival, festival batik, tari Gandrung. Kombinasi ini menjadikan Banyuwangi tujuan pilihan para wisatawan," tambah dia.

Pada 2014, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Banyuwangi mencapai 30.000 orang, dengan rata-rata tinggal selama 2,5 hari, serta pengeluaran sebesar US$ 240 per orang.

"Dengan banyaknya tujuan wisata, tentunya Banyuwangi memerlukan fasilitas pendukung wisata seperti akomodasi yang memadai," jelasnya.

Winarti mengatakan, kehadiran Dialoog dipastikan bakal menyemarakkan pasar branded hotel di Indonesia. Langkah itu diawali dengan pembangunan hotel Dialoog di Banyuwangi dan Cirebon, dimana keduanya dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2017.

"Setelah itu, Dialoog akan membangun sebanyak 15-25 hotel dalam 5 tahun mendatang, di kota-kota di seluruh Indonesia," tambah Winarti.

Beritasatu.com

Grand Harvest Resort Banyuwangi


Selain standar dari Indonesia Care, semua tamu akan mendapatkan Wi-Fi gratis di semua kamar dan parkir gratis jika tiba dengan mobil. Terletak strategis di Licin yang merupakan bagian Banyuwangi, properti ini menempatkan Anda dekat dengan atraksi dan opsi restoran menarik. Jangan pulang dulu sebelum berkunjung ke Bandara Banyuwangi yang terkenal. Memiliki peringkat bintang-4, properti berkelas ini menyediakan akses ke pemandian mata air panas, kolam renang luar ruangan dan pijat untuk para tamu di properti.